Home Blog Page 3

Manfaat Outbond Link Untuk SEO On Page

0
Manfaat Outbond Link Untuk SEO On Page
Manfaat Outbond Link Untuk SEO On Page Rememberum

Rememberum – Manfaat Outbound Links untuk SEO ini penting untuk kita dalami sebab baik inbound link atau outbound links adalah hal penting dalam pengetahuan SEO serta sangat memengaruhi tempat satu situs di halaman mesin penelusuran seperti google. Oleh karenanya saya akan membahas keseluruhannya berkaitan dengan outbound link pada artikel yang saya bikin kesempatan ini.

Penjelasan Outbound Links

Outbound Links adalah sesuatu link keluar dari satu situs atau website yang diperuntukkan ke situs atau website lainnya, outbound link ini berefek negatif pada SEO satu situs serta website, tetapi pada keadaan tersendiri outbound link akan benar-benar membatu atau berefek positif pada situs serta website.

Mungkin pengakuan itu outbound link ini kelihatan memusingkan, benar memang ini cukup memusingkan saya awalannya rasakan hal sama. Sebab baca artikel ini disebutkan jika outbound link mempunyai berefek negatif pada SEO satu situs serta website, tetapi sesudah membaca artikel lain nyatanya ada yang menjelaskan jika outbound links punya pengaruh positif untuk tingkatkan tempat situs atau website di mesin penelusuran seperti google.

Oleh karenanya saya cukup tertarik untuk pelajari efek negative serta positif outbound link dengan bertepatan serta hasilnya saya kumpulkan di sini. Mudah-mudahan dengan keterangan mengenai kontraversi faedah outbound link meningkatkan pengetahuan anda tentang langkah mengoptimalkan satu link untuk tingkatkan SERP satu situs atau website.

Manfaat Outbond Link Dimata SEO untuk Blog / Website

Salah satunya cara agar satu blog atau website mempunyai pengunjung masih dengan membuat integritas satu situs. Oleh karena itu Outbound links dibutuhkan untuk mena igkatkan integritas sebab artikel yg dicatat dengan menyertakan sumber semakin lebih diakui.

Jadi contoh, bila anda menulis satu artikel mengenai info satu insiden penting, karena itu dengan memberi outbound link ke artikel referensi anda karena itu jadi lebih memberikan keyakinan pembaca akan legalitas info yang anda beri itu.

Outbond Link Negatif

Saat anda membuat tulisan untuk posting di situs yang mengulas mengenai pengetahuan SEO, tetapi dalam posting itu ada link ke arah ke artikel situs lain yang bukan penjelasan mengenai SEO. Outbound links semacam ini benar-benar tidak disarankan sebab arah link yang dituju tidak berkaitan dengan atikel kita yang membahas yakni mengenai pengetahuan SEO.

Oleh karenanya kita harus berhati-hati dalam peletakan links pada posting. Jika anda asal-asalan memberi link keluar, contohnya untuk memberi back-link ke website anda lainnya, tetapi membuka nice SEO. Sebab hal itu akan memberi efek negatif pada website anda.

Outbond Link Positif

Link yang alami serta menolong pembaca akan mendapai penilaian khusu dari google, jadi semestinya link outbound diletakkan dalam content atau artikel dengan anchor teks yang berkaitan tulisan itu.

Jadi contoh jika anda menulis artikel yang bersumber dari Wikipedia, karena itu beri link yang ke arah artikel Wikipedia itu jadi sumbernya, link seperti berikut yang di ucap outbound links positif, sebab link yang anda untuk jadikan sumbernya ke arah posting yang sama atau terkait dengan topik artikel yang anda bikin. Serta link outbound semacam ini benar-benar baik untuk memberi dukungan SERP senuat situs.

Pengaruh Outbound Links pada SERP Sebuah Blog / Website

Butuh anda tahu jika google spider peka sekali adanya link-link hidup pada suatu halaman di satu situs. Google spider akan menjelajahi semua link yang berada di satu halaman atau page satu situs atau website, jika link yang dirayapi itu sesuai artikel di halaman, karena itu outbound links akan dipandang positif, namun bila sebaliknya, karena itu outbound links yang ada di halaman itu akan berefek negatif pada tingkat SEO situs atau website anda.

Demikian penjelasan tentang Manfaat Outbound Links untuk SEO yang disebut lanjutan dari bahasan awalnya Langkah Optimisasi Gambar Supaya SEO Friendly, mudah-mudahan berguna buat anda dalam melalukan optimisasi SEO On Page hingga mempunyai kesempatan yang lumayan besar untuk ada di halaman 1 penelusuran google.

Bila ada yang ingin ditambah lagi, menanyakan atau share, saya persilahkan di kotak kometar. Terima kasih atas kunjungan anda, saya nantikan kunjungan anda seterusnya untuk belajar bersama dengan kami, tentu saja masih berkaitan dengan pembahasan SEO.

Apa itu CF dan TF ?

0
Apa itu CF dan TF ?
Apa itu CF dan TF ? Rememberum

Rememberum – Sebelum mulai, kita akan menyepakati satu hal terlebih dulu. Saya akan mempersingkat Citation Flow (CF) dan Trust Flow (TF) supaya lebih gampang dalam penulisannya, oke?

Cerita tentang CF serta TF diawali waktu Google hentikan up-date dari Google PageRank, satu skema perangkingan web yang dipakai oleh Google sampai kini. Up-date paling akhir dari Google PageRank ini ialah pada tahun 2013 serta banyak pertaruhan berkembang tentang hal itu.

Oke, kita kira saja Google sudah berhenti memakai Google PageRank jadi metrik mengukur kualitas satu web. Tetapi, bagaimana juga Google pasti masih membutuhkan metrik untuk mengukur kualitas satu web kan? Dengan ia sesuatu mesin perayap yang perlu menampilan web paling baik di rangking paling atas.

Semenjak 2013, banyak muncul beberapa metrik baru untuk mengukur kualitas satu web, yang terpopuler sampai sekarang ialah Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA). Metrik ini dipandang oleh beberapa blogger serta webmaster ialah metrik yang dipakai oleh Google.

Akhir-akhir ini, ada metrik baru yakni Citation Flow serta Trust Flow. Lalu, metrik mana yang dipakai Google? Saya tidak tahu tentu, tetapi saya pikir makin banyak metrik yang dipakai oleh Google, karena itu hasil penelusuran mereka akan makin tepat.

Oh ya, mungkin banyak yang bertanya-tanya. Google ialah perusahaan raksasa, mengapa mereka tidak meningkatkan metrik baru yang lebih hebat saja? Jawabannya simpel, mungkin Google cuma ingin konsentrasi pada service mereka serta biarkan perusahaan seperti MOZ serta MajesticSEO yang mengatasi metrik untuk mengukur kualitas web.

Berlainan dengan Google PageRank yang populer gampang ‘ditipu’, metrik dari MOZ serta MajesticSEO di up-date tiap beberapa waktu serta tambah lebih tepat dari PageRank yang diupdate tiap beberapa waktu saja.

Saat ini saya akan terangkan ketidaksamaan CF dengan TF.

PENGERTIAN CITATION FLOW (CF)

CF adalah Satu metrik yang dibuat untuk meramalkan sebegitu ‘dampak’ dari link (halaman) pada suatu web dengan memperhitungkan jumlahnya back-link yang ke arah pada link (halaman) itu. Metrik ini tidak memperdulikan kualitas dari back-link, jadi makin banyak domain yang ke arah pada halaman, karena itu ‘dampak’-nya akan semakin tinggi.

Semua unsur dalam TF adalah unsur yang sama dalam CF. Tetapi, butuh digaris bawahi. Bila TF bertambah, karena itu CF diyakinkan akan bertambah. Tetapi, bila CF bertambah, tidak ada kejelasan jika TF akan naik. Diluar itu, tidak ada ketentuan jika CF akan sama nilainya dengan TF.

Butuh dicatat juga jika saat mendapatkan back-link dari beberapa web dengan CF yang tinggi, maka tingkatkan CF yang dipunyai web kita. Tetapi, pertimbangkan juga TF dari web itu. Sebab, mendapatkan back-link dari web dengan CF yang tinggi tetapi TF yang rendah akan memberi efek jelek walaupun masih tingkatkan CF.

PENGERTIAN TRUST FLOW (TF)

TF adalah Satu metrik yang dibuat untuk putuskan sebegitu terpercayakah satu link / halaman. Metrik ini didasarkan pada kualitas back-link yang ke arah pada web itu. Bila mendapatkan satu back-link dari web yang mempunyai authority serta TF yang tinggi, karena itu TF dari web kita akan bertambah.

TF dari sebagian besar web tentulah lebih kecil dari CF-nya. Mengapa?

Satu web, bisa mempunyai 10.000 back-link, tetapi tidak semua mempunyai kualitas yang baik serta yang penting, tidak semua mempunyai TRUST. Sekalinya telah waspada dalam menanam back-link, tetapi tentu akan ada low-quality back-link automatis yang datang dari direktori website atau back-link yang lain.

Secara singkat, lebih kemungkinan kecil untuk memperoleh back-link yang 100% high-quality sekarang. Oleh karena itu, TF mustahil dapat tambah tinggi dari CF pada masalah umum.

Bukti yang lain memberikan ialah jalinan di antara TF dari satu domain dengan jumlahnya organic traffic (lalu lintas / pengunjung yang datang dari mesin perayap). Mengapa ini dapat berlangsung?

Simpel, saat satu web mempunyai TF yang tinggi, karena itu bisa diyakinkan bila web itu mempunyai high-quality back-link dalam jumlahnya yang oke. High-quality back-link berikut yang membuat rangking web itu di Google bertambah serta selanjutnya tingkatkan jumlahnya pengunjung dari mesin perayap.

Atau, secara singkat, TF yang tinggi ialah sinyal bila satu web mempunyai content yang berkualitas untuk Google serta mesin perayap yang lain.

RASIO CF dan TF

Rasio antara ke-2 metrik ini dikuasai dari keyakinan web itu secara detail. Contohnya, bila CF : 40 serta TF : 20 karena itu rasionya ialah 2 : 1 atau 0.5. Angka rasio optimal yang sangat mungkin ialah 0.9. Sampai rasio 1 ialah mustahil. Rata-rata rasio CF serta TF dari satu web ialah 0.5.

Google mempunyai satu pengecualian untuk ini ialah rasionya ialah 98 : 99 (serta terus beralih).

Nah, bila websitemu mempunyai TF yang benar-benar tambah lebih rendah dari CF, karena itu sangatlah jelas back-link yang ditanam sampai kini ialah low-quality back-link dalam jumlahnya yang banyak sekali.

CARA MEMERIKSA TF & CF DARI SEBUAH SITUS WEBSITE

Cukup ke arah web MajesticSEO, input domain serta klik search. Sebetulnya service ini gratis tetapi dibatasi cuma dapat memeriksa beberapa web saja satu hari.

Jalan keluarnya dengan lakukan register, itu juga masih dibatasi. Bila ingin tidak terbatas, user harus membayar beberapa ongkos untuk keanggotaan di MajesticSEO.

CARA MENINGKATKAN CITATION FLOW (CF) dan TRUST FLOW (TF)

Tingkatkan TF tambah lebih penting. Untuk melakukan perbaikan kualitas web di mata mesin perayap, TF-lah yang perlu dinaikkan. Karenanya juga, tingkatkan CF ialah sia-sia, selanjutnya bila TF bertambah karena itu CF akan naik. Dalam kata lain, Kualitas menang atas Jumlah.

Bila ada 1000 back-link versus 1 authority back-link, telah jelas authority back-link ialah pemenangnya. Jadi, jangan percuma, tenaga serta ongkos untuk cari back-link dalam jumlahnya beberapa ribu.

Guest Post di Website Auhority salah satu langkah paling baik untuk memperoleh authority back-link dengan gratis. Tetapi, harus dilihat rasio backlinknya bila web masih baru.

MajesticSEO mempunyai algoritma bernama Topical Trust Skor, dalam kata lain, authority back-link yang ke arah satu web semestinya datang dari web dengan tema atau niche yang sama.

Domain .GOV serta .EDU masih adalah sumber authority back-link yang baik, tetapi berharap lihat TF dari web dengan domain .GOV serta .EDU itu.

No-Follow Back-link akan dapat tingkatkan CF dari satu situs tetapi untuk tidak TF-nya.

Oke, demikian keterangan singkat saya tentang CF serta TF. Masih mungkin banyak kekurangan serta ada yang salah, jadi tolong membantu dikoreksi. Metrik ini masih mungkin termasuk baru diketahui, tetapi lihat dari keakuratannya, saya pribadi meyakini jika metrik ini akan dipakai oleh Google dalam periode waktu lumayan lama.

Karenanya, mulai saat ini, investasikan lebih banyaknya waktu, tenaga serta ongkos untuk cari satu authority back-link dibanding 10.000 back-link dalam sekejap. Oke?

Pengertian Domain Authority Dan Page Authority

0
Pengertian Domain Authority Dan Page Authority
Pengertian Domain Authority Dan Page Authority Rememberum

Rememberum – Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang pengertian Domain Authority (D/A) dan Page Authority (P/A). D/A dan P/A sebenarnya masih bersangkutan dan memiliki kaitan yang erat dengan SEO. Karena, D/A dan P/A ini merupakan tolak ukur bagi sebuah situs website apakah situs website tersebut berkualitas atau tidak. Hampir sama dengan PageRank Google, D/A dan P/A bisa diukur berdasarkan angka. Semakin tinggi angka yang di dapat , maka semakin bagus situs website tersebut di dalam penialaian google.

Jika PageRank Google hanya memberikan angka 10 untuk score tertinggi, D/A dan P/A memiliki range lebih tinggi lagi yaitu sampai dengan 100. Lalu, sebenarnya apakah pengertian Domain Authority dan Page Authority itu sendiri?

DOMAIN AUTHORITY (D/A)

Domain Authority (D/A) adalah sebuah tolak ukur untuk sebuah domain situs website secara keseluruhan. D/A ini akan mengukur seberapa kuat nama sebuah domain di dalam mesin pencarian seperti Google, Yahoo, atau Bing. Semakin tinggi score D/A , maka semakin berkualitas juga situs website tersebut dimata mesin pencarian.

Ada 3 Faktor yang dapat digunakan untuk menilai score Domain Authority (D/A)

Usia Domain, Menunjukan sudah berapa lama domain tersebut bertahan di internet. Semakin lama usia domain akan semakin baik karena ini memperlihatkan konsistensi si owner dalam mempertahankan situs websitenya.

Popularitas Domain, Semakin banyak backlink / inbound link yang mengarah kepada situs website, maka akan semakin populer juga situs website tersebut. Dengan memanfaatkan kepopuleran ini, maka nilai D/A akan semakin tinggi karena akan dianggap berkualitas dan dapat dipecaya oleh para pengguna (pengunjung).

Ukuran Domain, Faktor yang satu ini dapat dinilai dari seberapa banyak postingan atau konten yang ada did alam suatu situs website kamu. Dengan semakin banyak postingan artikel, maka akan semakin banyak pula backlink yang akan masuk kedalam situs website anda. Cara ini juga dapat meningkatkan score Domain Authorize kalian loh.

PAGE AUTHORITY (P/A)

Page Authority (P/A) adalah sebuah tolak ukur yang diperuntukan untuk satu halaman saja didalam sebuah situs website. Jadi, jika D/A bermaksud untuk mengukur kekuatan secara keseluruhan, maka P/A mengukur kekuatan halaman tertentu saja. P/A yang tinggi menandakan jika halaman tersebut sering muncul di dalam mesin pencarian dan sering dikunjugi.

Sebetulnya tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk meningkatkan score P/A. Tingginya score P/A memang benar-benar didasarkan daripada isi konten situs website yang benar-benar berkualitas. Maka dari itu, agar score P/A dapat terus meningkat, kamu harus memperhatikan konten yang original, baru, dan menarik, lalu kamu dapat backlink ke halaman tersebut dan menggunakan Alt Text Image yang diselipkan dengan keywords.

Selain artikel / konten yang berisi banyak dengan keywords namun tetap natural, kamu juga perlu memmperlihatkan hal lain dalam halaman ini seperti title tags, heading, struktur URL, internal link, dll.

BAGAIMANA CARA CEK SCORE D/A dan P/A PADA SITUS WEBSITE

D/A dan P/A dapat diukur dari 0 – 100. Score yang paling tertinggi adalah 100. Untuk mengetahui seberapa tinggi score D/A dan P/A pada situs website kalian, kalian dapat melakukan pengecekan menggunakan tools dibawah ini :

MOZ 
AHREFS 
WEBSITESEOCHECKER
SEMRUSH

KESIMPULAN

Untuk kalian yang ingin menaikan ranking situs website kalian di dalam mesin pencarian, sebenarnya D/A dan P/A sama pentingnya untuk kalian optimalkan. Peran D/A dan P/A ini juga dapat diumpamakan seperti : D/A sebagai rumah dan P/A sebagai kamar. Rumah memang harus bagus dilihat baik dari luar maupun dari dalam (ruang tamu, ruang keluarga, atau daput), tetapi alangkah lebih bagusnya lagi kalau kamar juga sama menariknya seperti yang terlihat di bagian luar rumah. Jadi, untuk mengoptimalkan kinerja SEO, D/A dan P/A harus tetap berjalan berdampingan.

4 Faktor Penting Membangun Off Page SEO

0
4 Faktor Penting Membangun Off Page SEO
4-faktor-penting-membangun-off-page-seo

Dalam posting terakhir saya berbicara tentang hal yang dapat Anda lakukan di situs Anda untuk membantu peringkat yang baik di mesin pencari – dengan kata lain, “faktor on page“. Dalam posting kali ini saya akan membahas tentang faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi peringkat Anda – yaitu faktor off page SEO.

Google Pagerank

Sebelum kita masuk dan membahas “bagaimana”, sangat penting bila Anda memahami sedikit tentang Google PageRank. PageRank adalah cara Google mengindeks semua konten dan situs berdasarkan tingkat dalam komunitas internet. Ini merupakan faktor penting dalam algoritma peringkat Google, dan dengan memahami sedikit cara kerjanya, Anda akan memiliki ide yang lebih baik tentang bagaimana untuk meningkatkan peringkat di mesin pencari yang paling populer di dunia.

Untuk membangun seberapa “pentingnya” halaman situs anda. Google melihat pada berapa banyak situs lain yang terhubung ke situs anda, biasa disebut ngelink (backlink). Link-link ini seperti voting, jadi semakin banyak yang voting yang anda peroleh, semakin besar tingkat “pentingnya” situs anda dan semakin tinggi pula Pagerank anda. Pagerank yang tinggi juga kontributor yang sangat penting untuk tingkat SERP yang lebih baik.

Dan yang perlu anda ingat: PageRank adalah bagian dari algoritma peringkat Google. Anda sering akan melihat situs dengan PageRank tinggi kalah peringkat oleh situs yang berpagerank lebih rendah.

Membangun one way backlink yang banyak

Lakukanlah hal ini dengan cara article submission, direktori submission, submit artikel ke blog network, membeli link juga boleh (contohnya dari forum webmaster), dan sebagainya. Tapi hati-hati, membeli link terkadang lebih powerful dari link yang anda bangun secara alami. Tetapi konsekuensinya Google akan menghukum anda, jika anda ketahuan membeli link. Saran saya sih sebaiknya membeli link secara permanen, jangan yang bulanan, per 3 bulan atau 6 bulan. Dan coba cari link dari situs yang memang setopik dengan situs anda.

Mendapatkan Backlink dari Situs yang Bagus

Situs yang Bagus tuh kayak gimana sih? Situs yang bagus adalah situs yang berpagerank tinggi, atau situs high trust (misalnya:Yahoo, DMOZ atau situs .edu).

Pastikan bahwa Anda mendapatkan backlink dari halaman yang telah terindex.

Sebuah link ke situs Anda tidak akan dihitung, jika halaman yang terhubung ke situs Anda tidak benar-benar telah diindeks oleh search engine. Mesin pencari tidak akan melihat link, dan mereka tidak akan memberikan kredit apapun untuk itu. Saya melihat banyak orang mengirimkan situs mereka ke direktori artikel dan search directory, tapi apa gunanya kalo search engine tidak pernah mengunjunginya.

Kabar baiknya adalah sangat mudah untuk mendapatkan semua halaman tersebut dapat diindeks. Caranya anda hanya perlu membuat halaman web di luar situs utama anda, seperti blog gratis atau profil twitter.com.

Reciprocal Link Loops

Reciprocal link tidak sekuat link satu arah. Inilah sebabnya mengapa Anda ingin menerima link satu arah dari situs-situs lain sedapat mungkin.

Tapi ada juga hal yang disebut “reciprocal link loops” yang ini seperti versi reciprocal link yang lebih besar. Misalnya seperti… situs A link ke B, B link ke C dan C link ke A. Itulah yang disebut Loops … ini membuat semua situs yang terhubung menjadi lemah. Lingkaran loop yang kecil adalah yang terburuk, tetapi cobalah untuk menghindari loop sebisa mungkin. Memang perlu riset lebih lanjut tentang hal ini, karena masih pro dan kontra.

An Online Memorial for Steve Jobs

0
An Online Memorial for Steve Jobs
steve-jobs-tribute

Hewlett Packard

During his freshman year at Homestead High, Jobs built a frequency counter that relied on parts from Hewlett-Packard. To get these parts, Jobs called HP CEO Bill Hewlett at his home. Hewlett gave him the parts needed, as well as the bonus of a summer job with the company on an assembly line for frequency counters.

SF & Mountain View

On February 24, 1955, Steve Jobs was born in San Francisco to Joanne Carole Schieble and her boyfriend Abdulfattah “John” Jandali. Joanne’s parents disapproved of her relationship with Jandali, so Steve was given up for adoption.

Joanne and Jandali married within the same year of Jobs’ birth. They had another child, Mona, and then divorced in 1962. Jobs sought his birth mother in his late twenties, and then met his sister for the first time when he was thirty. He and Mona, an author, went on to have a strong and close relationship.

Adoption Terms

Jobs’ birth mother insisted that the adoptive parents had to be college graduates, but the couple who were the most motivated to adopt him, Paul and Clara Jobs, weren’t.

Despite his adoptive parents not having degrees, they reassured Jobs’ biological parents that their son would be supported to pursue post-secondary education.

Mechanical Dad

Paul Jobs was a high school graduate employed as a mechanic/carpenter, and throughout Steve’s childhood he taught him basic electronics and how to take apart and re-wire items. From Paul, Steve acquired an appreciation of quality-made products.

Financial Mom

Clara Jobs worked as an accountant at one of the first tech firms in what was later known as Silicon Valley. Before he began primary school, Clara taught him to read. A few years after his adoption, Paula and Clara Jobs adopted a second daughter, Patty.

Monta Loma Elementary School

Jobs’ high intellect was already apparent in Elementary School. At Monta Loma, Jobs was a prankster, and often bored with class. Despite having to bribe him to do work, the school’s administration wanted him to skip two grades and put him in high school. His parents refused and instead he skipped only one level.

“Woz”

When he moved on to high school, Jobs’ friend Bill Fernandez introduced him to a computer whiz named Steve Wozniack, or “Woz.” Jobs later founded Apple with Woz, a man who he called “the first person I met who knew more about electronics than I did.”

Cream Soda Computer

Woz built a computer board with his friend Bill Fernandez, and nicknamed the creation “The Cream Soda Computer,” for all the Cream Soda bottles they drank and then returned for money. Jobs was impressed when he saw their work – and eager to see more.

Reed College

After six months of attending Reed College (a university his middle-class parents could barely afford), Jobs lost interest in his classes and dropped out. He began cashing in Coca-Cola bottles for a small source of money while sleeping on the floor his friends’ dorm rooms.

Calligraphy

Despite having dropped out of his program officially, Jobs would often sit in on calligraphy classes. Though he didn’t participate in tests or examinations, he dedicated himself to learn as much about it as he could about it. He later attributed the selection in Apple fonts and typography to those classes.

Hare Krishna Meals

Every week at Reed College, Jobs would walk barefoot across town to the Hare Krishna temple to get one free, healthy meal a week.

Early Career

5 items 232k in disk 167k available

  • First Job
  • Travels to India
  • LSD
  • Zen Buddhism
  • Breakout
  • Blue Box
  • Homebrew Computer Club

First Job

In early 1974 (at the age of 19), Jobs walked into Atari Inc. bearded, unkempt and wearing sandals. He demanded they give him a job. They did.

Travels to India

Not long after gaining employment at Atari, Steve and a friend, Daniel Kottke, set off to India for more than half of the year seeking enlightenment and knowledge.

LSD

Dabbling in LSD led Jobs to feel he had opened his mind and become fully aware of his surroundings and the world. Jobs claimed that LSD was “one of the most important things in my life.”

Zen Buddhism

After returning to the United States from India, Steve had shaved his head and sported traditional Indian clothing. Jobs’ seven-month trip to India transformed him into a dedicated Zen Buddhist. He felt that it taught him true intuition.

Breakout

After returning to Atari post-India, Jobs was assigned to work on the circuit board for the game Breakout. Jobs tapped his friend Woz to assist him in the task of slimming down the technical side of Breakout while keeping it fully functional.

For every chip component removed, Atari promised Jobs $100.

Jobs, however, did not inform Woz of this deal. The pair were extremely successful, but Jobs only paid Woz $350. Woz was unaware for a decade that he’d been duped — Jobs had kept $4650 himself. Despite that, the two remained friends for years.

Blue Box

In 1971, Woz created a “blue box” which mimicked the phone system of the time and enabled free long distance calls. Though Woz only did this for recreation, Jobs saw an opportunity to make money. They sold almost a hundred machines, which were most often used by pranksters to make crank calls internationally. Jobs later claimed, “If it hadn’t been for those Blue Boxes, there wouldn’t have been an Apple.”

Homebrew Computer Club

Both Jobs and Woz attended Homebrew Computer Club meetings. It was an open forum between tech people to make computers more accessible. Many members of this group went on to become major players in Silicon Valley.

Inspired after the first Homebrew meeting, Woz began to sketch out designs for what would later be the Apple I.

Apple

5 items 232k in disk 167k available

  • Apple I
  • Mike Markkula Funding
  • Mike Scott New CEO
  • John Sculley
  • XEROX Commercial GUI
  • Apple Lisa
  • The Macintosh
  • Super Bowl Ad
  • Boardroom Coup

Apple I

In 1976, Wozniak showed Jobs his latest creation: a computer. Jobs felt this could be marketed to the public, so he and Woz established the Apple Computer Company. They called this new computer the Apple I.

Mike Markkula Funding

The fledgling company needed funding in order to move on to the Apple II. Jobs and Woz were able to negotiate with Mike Markkula, an Intel product marketer and engineer. Markkula invested $250,000 in Apple, thinking they would be a Fortune 500 company within two years. It took seven.

Mike Scott New CEO

Markkula recruited Mike Scott of National Semiconductor to serve as CEO for Apple in 1977, although a number of roller-coaster years followed his appointment. Jobs said he never yelled at anyone more than he yelled at Mike Scott.

John Sculley

In 1983, Steve Jobs convinced John Sculley (who at the time was president of the Pepsi-Cola division of PepsiCo) to take the position of CEO. Sculley was apprehensive about leaving Pepsi, but Jobs finally persuaded him by asking, “do you want to spend the rest of your life selling sugar water, or do you want a chance to change the world?”

XEROX Commercial GUI

When Jobs toured Xerox’s research facility in 1974, they showed him designs for a bitmapped graphical user interface, or GUI (pronounced “gooey”). A GUI allows users to interact with images on a desktop instead of text commands. Jobs believed this was the future of computing, so he immediately started Apple on making a better version of it. Quipped Jobs: “good artists copy, great artists steal.”

Apple Lisa

The first Apple to feature a GUI was the Apple Lisa. Named after Jobs’ first daughter, the new computer was expensive and targeted towards business users. After being booted from the Lisa development team, Jobs focused his attention on the next computer: the Macintosh. The Lisa was discontinued after two years.

The Macintosh

Jobs personally directed the development of the Macintosh (Mac) and believed that it would become “the most incredible computer in the world.” A year following the debut of Apple Lisa, the first Macintosh computer was released to great fanfare. It was the first computer for the masses with a GUI and a mouse.

Super Bowl Ad

To promote the new Macintosh, Apple commissioned a commercial from director Ridley Scott. The ad, titled “1984” debuted during the Super Bowl in January 1984 with six million people watching. Two days later, Jobs introduced the Macintosh at the annual shareholders meeting. His charismatic and moving speech incorporated the Super Bowl commercial, which is considered the best of all time by Advertising Age.

Boardroom Coup

By 1984, Jobs’ aggressive working habits were causing great tension among the employees, and his relationship with CEO Scully had deteriorated. To fix this, Jobs plotted to remove Sculley from power. Unfortunately for Jobs, Sculley became aware of this plan and instead took action himself.

On May 26, 1985, Sculley called a board meeting and asked whom the employees preferred: him or Jobs. They voted for Sculley. Within five months Jobs left Apple, and soon started his own company: NeXT Inc.

Next

5 items 232k in disk 167k available

  • $7 Million
  • Ross Perot
  • First Listed Price
  • NeXTcube
  • NeXTstep / Intel
  • WebObjects

$7 Million

After being squeezed out of Apple, Jobs went to try and re-start his career. With $7 million and few co-workers from Apple to start a new company, Jobs founded NeXT. Unfortunately, the company began to run out of money within the year.

Ross Perot

Just as Jobs was about run out of funds for his company, billionaire (and future Presidential candidate) Ross Perot gained an interest in NeXT after seeing an episode of Entrepreneurs. He invested $20 million, and NeXT was able to continue.

First Listed Price

The first NeXT workstation was released in 1989 for $6,500. While designed for the educational sector, Jobs was forced to market the units to other industries, as the cost at the time was too high for the education industry. Bill Gates was “disappointed” in the product, and its sales were less than ideal.

NeXTCube

The NeXTcube was unveiled in 1990. It developed the communication side of computers and NeXTmail allowed users to share images, videos, graphics and more in an email.

NeXTstep / Intel

NeXT was not able to sell as many machines as hoped in part due to Jobs’ obsessive attention to detail; his choice of materials were expensive and difficult to manufacture. These burdens lead to them to officially switch to focusing strictly on software development with their release of NeXTSTEP. NextSTEP would also be used with IBM/Intel. In 1994, they reported over $1 million in profit (the first profit since its creation).

WebObjects

In 1996, NeXT released WebObjects, a tool used to create web applications. This framework was later used to create the iTunes Store among other Apple products.

Pixar & Disney

5 items 232k in disk 167k available

  • Lucasfilm & The Graphics Group
  • Pixar Imaging Computer
  • Executive Producer
  • Academy Award Nomination
  • Disney
  • Bob Iger

Lucasfilm & The Graphics Group

In 1986 Jobs purchased The Graphics Group (which soon after was renamed to Pixar) for $10 million from Lucasfilms.

Pixar Imaging Computer

Soon after Steve Jobs’ involvement in Pixar, the Pixar Image Computer (originally created by the company for graphic design) was released commercially. But this was at no small cost — it could be purchased by high-end image-makers for a base price of $135,000 plus programming, a lot of money both then and now.

Executive Producer

Pixar released the first full-length computer animated picture in 1995. Toy Story, executive produced by Jobs, was a massive success both critically and commercially.

Academy Award Nomination

Pixar has released thirteen animated films, which have grossed over $7 billion worldwide. Pixar films have won six Academy Awards for Best Animated Feature since the award was established in 2001, been nominated for twice for Best Picture, and have won twenty-six Academy Awards in total.

Disney

Though Pixar films were distributed by Disney since its inception, the relationship between Jobs and Disney CEO Michael Eisner soured and the partnership ended.

Bob Iger

Bob Iger succeeded Eisner as Disney CEO and agreed to have Disney buy Pixar in an all-stock transaction. The purchase of gave Jobs stocks in Disney worth $7.2 billion, the highest share of any Disney shareholder.

Apple Again

5 items 232k in disk 167k available

  • Sale of Next
  • Goodbye Newton
  • No More Clones
  • OS X
  • A Deal with Microsoft
  • iMac
  • iPod
  • iPhone
  • iPad
  • iTunes

Sale of Next

In 1996, Apple announced that they were purchasing the computer development/manufacturing company Steve Jobs had started, NeXT, for $427 million.

Goodbye Newton

Soon after the purchase of NeXT, Jobs returned to the helm at Apple and made a number of massive changes. In a short time he cancelled the following projects: Newton (a PDA software installed into devices manufactured by Motorola); Cyberdog (an internet suite for Apple computers) and OpenDoc.

No More Clones

After taking over at Apple, Jobs also cracked down on “Macintosh clones” (computers that not manufactured by Apple but ran the Macintosh software). Within a year of his return to the company, he shut down all operations and bought out the largest clone creators for $100 million.

OS X

Using the operating system developed by NeXT as a base, the system that eventually became OS X was created. This operating system is still used in Apple computers today.

A Deal with Microsoft

When Jobs returned to Apple as CEO, the company was struggling and near bankruptcy. To put the company back on good footing Jobs would have to reconcile with his former rival, Bill Gates. After a quick negotiation, Microsoft made a deal to invest in Apple. The pact revitalized the company and removed some tension between the two billionaires. “Some of the most exciting work I’ve done in my career has been the work I’ve done with Steve on the Macintosh,” said Gates.

iMac

The new OS X was first introduced with the release of the new iMac. The iMac was their first all-in-one-desktop computer and has evolved since 1998 to become a staple for many consumers. The platform helped to raised profits for Apple greatly after the company struggled in the 1990s.

iPod

In 2001, Apple released their first portable music player, the iPod. Initially marketed as being “1,000 songs in your pocket,” the iPod has since evolved into multiple formats with increased storage space, video, and touch screen technology over many generations.

iPhone

Worried that a cell phone with music playback capability would galvanize sales of the iPod, Apple decided to simply make their own phone. The first iPhone was released in 2007, and 90 million iPhones were sold after three years. Featuring a multi-touch screen, phone capabilities and more apps than you can imagine, the iPhone created a new generation of “smartphone.”

iPad

Three years after the iPhone, Apple released the iPad. The tablet used the same multi-touch screen and operating system as the iPhone, but featured a bigger screen. A million were sold within a month, and it too had its own wildly successful App Store.

iTunes

Within years of the first iPod’s release, the iTunes store was launched, allowing users to purchase and download music, movies, apps and e-books to their handheld Apple devices. It is the most popular music vendor in the world. Coupled with the iPod, iTunes completely revolutionized the music industry.

Personal Life

5 items 232k in disk 167k available

  • Simple Style
  • Chrisann & Lisa
  • Laurene Powell Jobs
  • The Jobs Family
  • Reality Distortion Field
  • Illness & Death

Simple Style

As a Zen Buddhist, Steve was interested in simplicity. This extended both to the design of each new product and to his personal life. He drove a car without license plates, took years to add furniture to his home, and he always wore the same clothes: dark Levi’s denim jeans and an Issey Miyake mock turtleneck (paired with New Balance 991 sneakers).

Chrisann & Lisa

As a young man Jobs had a long-term relationship with a painter, Chrisann Brennan, with whom he fathered a child. For many years he denied his paternity to Lisa Brennan-Jobs, claiming sterility, but after a long court case (and a paternity test) he finally admitted he was her father. As a teen she lived with him, his wife Laurene, and their three kids.

Laurene Powell Jobs

While attending a lecture at Stanford Business school in 1989, Jobs took notice of a beautiful woman sitting next to him in the front row. It was Laurene Powell. They had dinner that night, and were married in Yosemite National Park two years later.

The Jobs Family

Six months after the wedding, Steve and Laurene had their first child, Reed Paul Jobs. Two daughters followed: Erin, born in 1995; Eve, born in 1998. The family lived a down-to-earth lifestyle in an unpretentious house in family-friendly Palo Alto. “Every other CEO has a security detail,” said Jobs, “…that’s not how we wanted to raise our kids.”

Reality Distortion Field

Throughout his life, Jobs was seemingly able to convince people that the impossible was, in fact, possible. Early Apple employee Bud Tribble named this phenomenon “The Reality Distortion Field.” “In [Jobs’] presence, reality is malleable,” he said. The Reality Distortion Field is given credit for Jobs’ uncanny ability to get his team to make hard deadlines and create unimaginable products.

Illness & Death

Steve struggled for years with his illness, but he did not allow it to diminish his work ethic. Even when bedridden, he spent hours working on his iPad and took an interest in redesigning the medical equipment around him to be more beautiful.

He would force himself to walk down the entire hallway of his hospital, teaching himself to walk more strongly. He died the way he had lived: with his family around him, love for everyone, and a constant goal of achieving beauty and efficiency in his life.